Operasi Katup Jantung

Jantung adalah organ tubuh yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sama seperti pompa air di rumah kita, jantung juga memiliki katup, seperti pintu yang membuka ke satu arah. Sehingga darah dapat dipompa dari dalam jantung ke pembuluh darah besar, tapi darah tidak dapat masuk lagi ke dalam ruang jantung, ataupun kembali lagi ke pembuluh darah sebelumnya.

Gambar penampang jantung jika dibuka, ruang-ruang jantung, katup-katup jantung, dan arah aliran darah melalui katup-katup jantung.

Jika satu atau beberapa katup ini mengalami kerusakan, maka tentu saja fungsi pompa jantung akan terganggu. Sama seperti pompa air yang katup/klep nya rusak, maka pompa tersebut pasti tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik untuk memompa air ke tempat penampungan air. Air tidak akan efektif mengalir ke penampungan air, malah mungkin akan turun kembali ke dalam tanah. Demikian juga dengan jantung yang katupnya mengalami kerusakan. Penderita kelainan katup jantung dapat mengalami sesak napas, cepat lelah, gangguan irama jantung, nyeri dada, pembengkakan jantung, atau penimbunan cairan di beberapa bagian tubuh. Yang paling mudah untuk dilihat adalah kaki menjadi bengkak. Ini terjadi karena cairan darah dari tubuh bagian bawah gagal terpompa oleh jantung, sehingga mengumpul di bagian tubuh bagian bawah, membanjiri ruang-ruang di bawah kulit tungkai/kaki, yang tampak sebagai bengkak (edema).

Di saat wabah virus corona ini banyak orang yang takut untuk datang ke rumah sakit. Namun penderita dengan kelainan jantung juga beresiko untuk mengalami serangan jantung mendadak yang dapat menyebabkan kematian. Bagaimanakah sebaiknya kita menyikapi hal ini? Simak ulasannya dalam artikel mengenai Amankah menunda operasi jantung di masa Pandemi Covid-19?

Katup jantung yang normal

Supaya lebih mudah memahami kerusakan pada katup jantung, ilustrasi berikut ini memberikan gambaran fungsi katup jantung yang normal.

Ketika darah dipompa dari Ventrikel kiri menuju Aorta (pembuluh darah besar yang akan mengalirkan darah ke seluruh tubuh), gerakan katup yang normal adalah katup aorta membuka dengan baik, sedangkan katup mitral menutup dengan baik agar darah tidak bocor kembali ke ruang jantung sebelumnya, yaitu atrium kiri.

Kerusakan Katup jantung

Ada dua jenis kerusakan katup jantung.

  • Katup bocor (valve regurgitation)
  • Katup sempit dan kaku (valve stenosis)
Mitral Regurgitation. Katup Mitral tidak menutup dengan baik, sehingga darah bocor kembali ke ruang jantung sebelumnya, tidak efektif terpompa ke Aorta (pembuluh darah besar).
Mitral Stenosis. Katup Mitral kaku, tidak membuka dengan baik, seperti pintu yang macet tidak bisa terbuka lebar. Sehingga darah terbendung dan sulit dipompa dari atrium kiri ke ventrikel kiri.

Meskipun mekanisme penyakitnya berbeda, namun keduanya sama-sama menyebabkan bendungan aliran darah, sehingga dapat menimbulkan keluhan seperti yang telah disebutkan di atas.

Operasi Katup Jantung

Operasi katup jantung adalah suatu prosedur pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang mengalami kerusakan. Jika kondisi katupnya masih memungkinkan untuk diperbaiki, maka saat operasi sebaiknya dilakukan perbaikan katup jantung. Jika kondisi katupnya sudah tidak memungkinan untuk diperbaiki, maka dokter bedah jantung dapat melakukan penggantian katup jantung dengan katup buatan. Penjelasan mengapa kerusakan katup jantung lebih baik diperbaiki dari pada diganti, bisa dibaca di sini.

Ada dua jenis katup buatan yang dapat digunakan:

  • Katup mekanik (terbuat dari logam)
  • Katup bio (terbuat dari katup hewan)

Jantung selalu bergerak untuk memompa darah. Apakah operasi ini dilakukan sambil jantung tetap bergerak? Atau jantung dihentikan dan dibuka pada saat melakukan perbaikan katup? Lalu bagaimana dengan fungsi pompa jantung? Silakan baca artikel saya mengenai Bagaimana operasi jantung bisa dilakukan?

Perawatan pasca operasi

Pasca operasi katup jantung, sebaiknya kontrol secara teratur ke dokter bedah dan dokter spesialis jantung, karena ada banyak hal yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah meminum obat pengencer darah dan mengontrol tingkat keenceran darah agar terhindar dari komplikasi perdarahan atau katupnya macet karena bekuan darah.


Silakan baca juga…

Mitra Klinikita

dr. Bagus Herlambang, SpBTKV, PhD
dr. Bagus Herlambang, SpBTKV, PhD

Penulis adalah seorang dokter spesialis bedah jantung dan pembuluh darah (Bedah Toraks dan Kardiovaskular) di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.

Potretbagus Signature

© 2019 Bagus Herlambang All Rights Reserved


Anda menyukai website ini? Ingin memiliki website atau blog seperti ini juga? Saya membuatnya dengan WordPress. Tidak sulit kok. Silakan kunjungi tautan ini untuk mempelajarinya lebih lanjut. Gratis, atau dapatkan kredit US$25 dengan semua tipe layanan berbayar dengan membelinya melalui tautan ini.

You like this website? Do you want to have a website or blog like this? I made it with WordPress, the best and beginner-friendly Website Builder. Visit this link to learn more about it. You can start your free blog or earn US$25 credit with any paid plan by sign up thru this link.

Share to Social Media:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

16 Comments

  1. Terima kasih…
    bagus untuk menambah pengetahuan.
    Sujses terus dok, jgn bosan berbagi pengetahuan.

  2. Hi, dok! Terimakasih dr.Bagus melalui tangan ajaib Bapal dan atas se-izin Tuhan, operasi Bentall Procedur dan operasi katup yang Saya lalui berjalan dengan lancar dan baik. Saya merasakan sekali perbedaan yang tentunya lebih baik dari sebelum operasi dan sekarang Saya bisa menikmati hidup.

    Semoga dr.Bagus dan keluarga selalu dalam lindungan-Nya dan diberi kesehatan, agar ada banyak lagi hidup yang ditolong oleh dokter. Selalu semangat, dok!

    1. Alhamdulillah. Saya turut bersyukur Pak I Dewa Putu Sudarma telah pulih dari operasi yang sangat kompleks dan sembuh dengan baik.
      Aamiin. Terima kasih atas do’anya Pak. Semoga Bapak dan keluarga senantiasa sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

  3. Terima kasih, Dokter, sudah berkunjung ke blog saya. Senang sekali menemukan blog Pak Dokter karena kebetulan salah satu katup jantung saya juga belum menutup normal setelah mengalami PPCM beberapa tahun lalu. Tetapi alhamdulillah kondisi masih stabil.
    Jika Dokter berkenan, mohon izin untuk mengutip beberapa bagian tulisan dan gambar untuk saya masukkan dalam buku, tentu dengan menyebutkan Dokter sebagai sumber. Terima kasih sebelumnya.

    1. Sama-sama Bu Kartika. Terima kasih telah berbagi kisahnya. Silakan, sukses untuk bukunya. Semoga semakin banyak orang yang mendapat manfaatnya. Teriring do’a semoga Ibu sehat selalu. Saya juga sedang mengembangkan blog ke-dua saya, yang khusus saya tulis mengenai bedah kardiovaskular. Jika ada waktu, silakan berkunjung ke: https://bedahkardiovaskular.com . Terima kasih.

Tuliskan komentar Anda