Dasar-dasar komposisi dalam fotografi untuk menghasilkan foto yang bagus

Foto mengabadikan momen-momen dalam kehidupan kita. Saat travelling, saat acara keluarga, saat menyaksikan pemandangan indah, saat melihat sesuatu yang menarik, kita pasti ingin mengabadikannya dalam sebuah foto. Namun sering kali hasil foto yang kita ambil tidak seindah aslinya yang kita lihat dengan kedua mata kita. Bagaimana cara menghasilkan foto yang indah? Komposisi merupakan salah satu elemen yang membuat foto kita menjadi lebih menarik. Artikel ini mengulas beberapa dasar komposisi dalam fotografi yang bisa Anda terapkan dengan kamera apapun, termasuk dengan kamera ponsel.

Rule of third

Dalam setiap foto selalu ada Point of Interest (POI), suatu obyek yang paling menonjol dalam sebuat foto. Saat pertama kali memandang sebuah foto, mata kita sering kali tertuju dan berhenti pada sebuah obyek utama dalam foto tersebut. Inilah yang disebut sebagai POI dalam fotografi. POI yang diletakkan pada salah satu dari titik yang terbentuk dengan membagi foto menjadi 3 bagian secara horizontal dan 3 bagian secara vertikal dapat membuat foto kita tampak lebih menarik.

Fishing at Sanur Beach

Dalam foto tersebut tampak siluet seseorang sedang memancing di dermaga pada saat matahari terbit. Orang yang sedang memancing tersebut adalah POI dalam foto tersebut. Selain POI tersebut terletak di titik yang dibentuk oleh garis-garis yang membagi foto tersebut menjadi 3 bagian horizontal dan 3 bagian vertikal, garis cakrawala yang merupakan batas air laut dengan langit juga terletak di salah satu garis tersebut. Demikian juga matahari yang sedang terbit, terletak di salah satu garis tersebut, dekat dengan titik yang dibentuk oleh dua garis putus-putus.

Beberapa foto berikut ini juga menerapkan rule of third.

Torii Gate at Itsukushima Shrine
Kecak dance and Ramayana performance at Uluwatu Temple
Kecak dance and Ramayana performance at Uluwatu Temple, Bali.
Butterfly at Tianmen Mountain

Framing

Letakkan obyek foto kita di dalam frame alami.

Great Wall, China

Jendela dari gardu pengawasan Tembok Besar di China ini bisa dijadikan frame alami.

Kiyomizu-dera, Kyoto

Siluet daun momiji juga bisa dijadikan frame alami saat memotret foto ini.

Orientasi landscape/potrait

Kiyomizu-dera, Kyoto
Wakkanai Lighthouse

Saat memotret jangan lupa memutar kamera Anda secara horizontal atau vertikal sebab sering kali orientasi yang berbeda dari obyek yang sama juga tak kalah indahnya.

Sense of scale

Obyek pembanding yang kita ketahui ukurannya dapat dijadikan sebagai skala untuk menampilkan seberapa besar sebuah obyek sesungguhnya. Orang yang sedang berjalan di foto ini dapat dijadikan skala ukuran yang menggambarkan seberapa besar ukuran Torii gate dalam foto ini.

Space yang cukup luas di depan obyek yang sedang bergerak (dibandingkan dengan space di belakang obyek tersebut) juga bisa memberikan kesempatan kepada pemirsa untuk melihat ke arah mana obyek tersebut bergerak.

Lake Toba
Lake Toba

Wisatawan yang sedang memotret pemandangan Danau Toba yang amat indah ini bisa menggambarkan betapa besarnya danau tersebut.


Silakan baca juga…

Penulis
Penulis

Bagus Herlambang adalah seorang ayah, suami, fotografer, musisi, dan dokter bedah jantung, dalam urutan tersebut.

Potretbagus Signature

© 2019 Bagus Herlambang All Rights Reserved


Anda menyukai website ini? Ingin memiliki website atau blog seperti ini juga? Saya membuatnya dengan WordPress. Tidak sulit kok. Silakan kunjungi tautan ini untuk mempelajarinya lebih lanjut. Gratis, atau dapatkan kredit US$25 dengan semua tipe layanan berbayar dengan membelinya melalui tautan ini.

You like this website? Do you want to have a website or blog like this? I made it with WordPress, the best and beginner-friendly Website Builder. Visit this link to learn more about it. You can start your free blog or earn US$25 credit with any paid plan by sign up thru this link.

Share this:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply